Sejarah WRC (World Rally Championship) adalah cerminan evolusi dunia balap rally yang penuh drama, teknologi, dan legenda. Dari era Grup B di tahun 1980-an yang terkenal ekstrem, hingga era hybrid modern saat ini, WRC terus menjadi laboratorium inovasi otomotif yang menggabungkan kecepatan, daya tahan, dan kecerdasan teknologi.
Artikel ini membahas perjalanan panjang WRC, bagaimana regulasi dan teknologi membentuk wajah rally dunia, serta prospeknya di masa depan.
Awal Mula WRC
WRC resmi dimulai pada tahun 1973 di bawah naungan FIA. Pada masa awal, mobil yang digunakan adalah versi modifikasi dari mobil produksi. Reli Monte Carlo menjadi salah satu ikon sejak era tersebut, memperlihatkan perpaduan kecepatan dan ketahanan di berbagai kondisi lintasan.
Seiring berkembangnya kejuaraan, regulasi dibuat untuk menyeimbangkan antara performa, keamanan, dan daya saing antar tim.
Era Grup B: Rally Paling Ekstrem
Era Grup B (1982–1986) sering disebut sebagai masa paling legendaris sekaligus kontroversial dalam sejarah WRC. Mobil-mobil di kelas ini dikenal dengan tenaga brutal, bobot ringan, dan teknologi canggih pada masanya.
Beberapa mobil ikonik antara lain Audi Quattro S1, Lancia Delta S4, dan Peugeot 205 T16.
Sayangnya, dominasi kecepatan tanpa batas ini juga memunculkan risiko besar. Beberapa kecelakaan fatal membuat FIA akhirnya menghentikan Grup B pada akhir 1986. Meski singkat, warisan Grup B masih dikenang sebagai “era gila” rally dunia.
Transisi ke Era Grup A dan WRC
Pasca Grup B, FIA memperkenalkan Grup A dengan regulasi yang lebih ketat. Mobil rally berbasis produksi massal seperti Subaru Impreza dan Mitsubishi Lancer Evolution mendominasi di tahun 1990-an.
Inilah era di mana nama besar seperti Colin McRae, Tommi Mäkinen, dan Carlos Sainz mencetak sejarah.
Tahun 1997 menjadi titik penting, ketika regulasi World Rally Car (WRC) lahir, memberi ruang inovasi aerodinamika dan mesin yang lebih bebas. Toyota, Citroën, dan Ford bersaing ketat di era ini.
Era Modern: Teknologi dan Profesionalisme
Memasuki 2000-an, WRC semakin profesional dengan dukungan pabrikan besar. Teknologi seperti diferensial elektronik, sistem kontrol traksi, dan aerodinamika canggih semakin umum.
Nama-nama seperti Sébastien Loeb dan Sébastien Ogier mendominasi lebih dari satu dekade, mencatat rekor juara dunia beruntun.
Era Hybrid: WRC 2022 hingga Sekarang
Sejak 2022, WRC memasuki era Rally1 Hybrid. Mobil kini dilengkapi motor listrik 100 kW yang mendukung mesin pembakaran internal.
Teknologi ini membuat balapan lebih ramah lingkungan, sejalan dengan target FIA menuju motorsport berkelanjutan. Tim besar seperti Toyota Gazoo Racing, Hyundai Motorsport, dan M-Sport Ford kini mengembangkan mobil hybrid dengan kombinasi performa dan efisiensi energi.
Info resmi soal regulasi hybrid bisa dicek di WRC.com.
Dampak dan Warisan Sejarah WRC
Perjalanan panjang WRC menunjukkan bagaimana regulasi, teknologi, dan keselamatan berkembang seiring waktu. Dari kegilaan Grup B hingga kecanggihan hybrid, rally dunia tetap mempertahankan identitasnya: balapan paling menantang di bumi.
Dengan arah baru menuju net-zero carbon, WRC diprediksi akan semakin relevan di era mobilitas modern.